Sunday, July 21, 2013

Sejak awal pertama kali memulai diving, saya sudah dengar banyak tentang Wakatobi, keeksotisannya serta keindahannya baru sebatas gambar dan cerita orang-orang yang sudah pernah kesana. Obsesi untuk kesana sangat tinggi karena faktor penasaran dengan label "Surga Bawah Air" Segitiga Karang Dunia ditambah namanya yang sudah terkenal. Ada Bercandaan dengan teman-teman saya saat di kampus, untuk urusan selam menyelam atau diving ada isitilah Naik Haji itu ke Raja Ampat, dan  Umrohnya itu  ke Wakatobi. Jadi sebelum ke Raja Ampat, tahap yang harus dilalui adalah Umroh Diving dulu, yaitu Wakatobi. Obsesi dari tahun 2009 untuk kesana tetap terjaga sampai punya rencana penelitian skripsi disana tetapi karena ada beberapa faktor yang tidak memungkinkan, akhirnya rencana itu urung dilaksanakan.

Impian itu akhirnya kesampean di tahun 2013. Ada Ajakan dari Junior untuk kesana bantuin penelitian skripsinya, Si Fajri atau biasa disebut Om mengajak saya ke Wakatobi secara cuma-cuma dengan imbalan saya harus membantu penelitian dia disana, tanpa pikir panjang, satu kata: DEAL!.


Bersama yang Punya Hajat: Si Om Fajri


 Ekspetasi tinggi karena sudah ingin dari lama ingin kesana. Bayangan keindahan bawah laut sudah terbayang dengan karang berwarna-warni dan ikan yang melimpah. Bayangan itu hampir hancur saat H-2 sebelum keberangkatan kami kesana yaitu saat saya ketemu dengan Yabin, Underwater Fotographer yang sudah kenyang mondar mandir ke sites-sites diving di Indonesia. Beliau yang satu ini dengan ringannya menurunkan ekspetasi saya ke Wakatobi dengan satu pernyataan. "Wakatobi Overrated!" JLEB! apa nih yang terjadi dengan Wakatobi sehingga dia bilang biasa aja,gak ada yang spesial, ekspetasi saya sempat sedikit turun saat itu namun gak mungkin cuma gara-gara pernyataan itu saya langsung tidak semangat pergi. Saya harus liat sendiri langsung baru bisa bilang setuju atau tidak dengan beliau.


Akhirnya setelah sempat sehari di Kota Bau-Bau untuk urusan administrasi penelitian dll, Kami tiba disana, impian untuk menginjakkan kaki di Wakatobi akhirnya terwujud. Pulau pertama dari gugusan 4 Pulau Besar Wakatobi yang saya injak adalah Pulau Wangi-Wangi yaitu ibukota dari Wakatobi. Fasilitias di Pulau ini sudah sangat lengkap, banyak penginapan dengan harga yang bervariasi, rumah makan, bahkan bandara udara sudah ada d pulau ini. Namun, penelitian teman saya bukan berada di Pulau ini, tetapi di Pulau Tomia. Kami menuju ke Pulau Tomia keesok hari nya.

Perkampungan Suku Bajo di Pulau Wangi-Wangi


Kondisi di Pulau Tomia tidak selengkap di Pulau Wangi-wangi, hal paling mendasar adalah masalah trasnportasi, tidak ada kendaraan umum disini, otomatis anda harus mempunyai motor atau mobil (masih jarang juga) untuk dapat beraktifitas di Pulau ini, beruntung karena penelitian ini meminta bantuan Balai Taman Nasional Wakatobi (TNW) akomodasi untuk kami disediakan.

Berjalan Mulus? Nanti dulu, Sebuah Penelitian kurang berasa penelitiannya kalau semuanya mulus-mulus saja, harus ada sedikit "bumbu".  Masalah itu akhirnya datang, Pembimbing  dari TNW untuk menemani kami saat penelitian tidak ada, Beliau yang pertama kali dijanjikan bisa mendampingi ternyata pergi ke Kendari karena ada urusan kantor. Walhasil kami harus memikirkan cara untuk tetap melanjutkan penelitian karena waktu kami disana tidak banyak sedangkan stasiun penelitian cukup banyak.

Akhirnya kami mencari DiveMaster lokal untuk membantu kami penelitian, tidak mudah mencari DM yang bersedia dan memiliki waktu untuk menemai,akhirnya setelah mencari kami mendapatkannya. Masalah selanjutnya adalah urusan Isi Tabung, karena tidak ada orang yang bisa mengoperasikannya, akhirnya kami sendiri yang harus mengoperasikannya, ilmu saat PKL dan Magang akhrinya bermanfaat disaat seperti ini,hahaha.

Diving pertama kali disana berlokasi di Utara Pulau Sawah, sekitar 20menit dari Pulau Tomia, saya lupa apakah ada nama sitesnya. Sebelum cemplung bayangan keindahan dan omongan si Yabin bercampur aduk, dan akhirnya biar mata saya sendiri yang memastikan. 

LUAR BIASA!!! sites pertama yang kami teliti sesuai dengan ekspetasi saya, terumbu karang dengan profil slope dengan sedikit wall menyambut kedatangan saya di Wakatobi untuk pertama kali, ditambah dengan  Ikan-ikan karang bewarna-warni dengan jumlah dan ukuran yang jarang anda temukan di Pulau Jawa serta arus yang bersahabat. Sungguh pembuka yang luar biasa di Wakatobi ini.

Wakatobi for the First Time!

Selama 3 Hari kami melakukan aktivitas disana, akhirnya saya harus kembali ke Pulau Jawa karena masih ada tanggungan, 2 teman saya masih tinggal seminggu lagi  untuk menyelesaikan penelitiannya. di Hari terakhir saya disana, saya request kepada DM yang menemani kami untuk dapat diving di lokasi favorit di sekitar Pulau Tomia. Cukup banyak lokasi diving di Pulau Tomia ini, bahkan waktu sebulan pun kurang cukup untuk mengeksplorasinya, akhirnya dari banyak sites yang ada dipilih lah sites MARIMABU.

MARIMABU orang disana menyebutnya, konon asal nama Marimabu kerana keindahan karang dan ikan yang ada disana, orang yang menyelam sampai terlena dimabuk keindahannya, jadilah nama Marimabu oleh penduduk Wakatobi.

Spesialis dari sites ini adalah terdapat karang daun (Coral Foliose) dengan ukuran yang luar biasa besar, tidak tahu sudah berapa juta tahun karang tersebut bertahan dan masih terjaga keindahannya sampai sekarang. Diving Penutup yang sempurna untuk saya mengakhiri kunjungan saya di Surga Bawah Air Segitiga Karang Dunia.

Umroh Diving : ACCOMPLISHED!


UMROH DIVING sudah berhasil saya tunaikan, target selanjutnya adalah untuk dapat Naik Haji Diving alias Raja Ampat. Saya percaya, selain memang harus berusaha (nabung dll) kekuatan doa dan keyakinan memiliki andil kuat untuk dapat terwujudnya impian. Perjalanan Ke Wakatobi merupakan salah satu dari doa saya yang akhirnya dikabulkan. 


Tidak ada Doa yang ditolak, Hanya Mungkin ditunda atau diganti dengan yang lebih baik untuk kita.


SEMOGA BISA CEPAT-CEPAT NAIK HAJI!!! AMINNNN


.

5 comments: