Monday, October 14, 2013

Journey Begins! Akhirnya setelah menunggu hampir 3 bulan (udah beli tiket dari sebelum puasa) hari yang ditunggu datang juga, Indochina Trip atau saya sebut ASEAN TOUR 1 dimana saya dan teman saya akan berkeliling ke tiga Negara ASEAN yaitu Vietnam-Kamboja-Thailand dalam waktu 8 Hari saja.

Awalnya trip ini direncanakan bertiga dengan teman saya, Awan dan Chesar. Namun, karena beberapa alasan tertentu si Awan tidak bisa ikut, akhirnya hanya saya dan Sang Kapten  Chesar saja yang berangkat.


Logo Kebesaran
Perjalanan dimulai dari pagi hari di Jakarta, kami gunakan pesawat tiger airways tujuan Ho Chi Minh (HCM)  City dengan transit dulu di Changi, Singapura.  Perjalanan menuju Singapura tidak terlalu lama, kami tertidur sebentar dan tidak lama sudah mendarat di bandara kebangaan milik Singapura itu. Waktu transit sekitar 3 Jam sebelum melanjutkan perjalanan ke HCM City kami manfaatkan untuk jalan-jalan disekitar terminal 1, 2 dan 3 Bandara Changi. Setelah Cek-in dan menunggu, akhirnya kami bersiap berangkat menuju HCM City, 
Vietnam I’m Coming!






Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam, dan akhirnya kami mendarat di Vietnam, SAIGON! Atau sekarang disebut  Ho Chi Minh City. Kami langsung mencari taksi bandara untuk menuju daerah penginapan kami yang memang terkenal dengan kawasan backpacker, Phu Nga Lao St.

Tiba di daerah Phu Nga Lao st. kami langsung mencari-cari penginapan yang pas untuk menginap selama 2 malam, akhirnya setelah memilah-milih, pilihan kami jatuhkan kepada Phoenix 74 Hotel di daerah De Tham St. dengan tariff $14/mlm yang kondisi kamarnya cukup bagus, 2 bed, kulkas, lcd tv, kamar mandi, air panas. Si penjaga hotelnya,Si  Huy juga cukup ramah dan sangat membantu kami dalam menunjukan arah jalan. Dihotel ini juga kami booking trip ½ hari menuju Cu Chi Tunnel untuk esok hari.

Menjelang malam kami keluar untuk mencari  Agen Bus untuk perjalanan kami lusa menuju Kamboja, tidak sulit menemukan Agen Bus Cat Mekong Express yang banyak direkomendasikan oleh situs-situs perjalanan karena nyaman aman dan cepat.
Logo Bus Cat Mekong Express


Setelah urusan perjalanan untuk lusa hari selesai, kami berencana untuk  menonton Golden Water Puppet Show, yaitu pertunjukan boneka khas Vietnam yang terkenal unik dan lucu yang dimana pertunjukan boneka itu dilakukan diatas air dan dengan alasan ingin melihat sekitaran kota Saigon dimalam hari, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki saja.

Bermodalkan Peta seadanya dan GPS Tanya,hehe akhirnya kami sampai di tempat pertunjukan tersebut, namun ternyata kami kurang beruntung, pertunjukannya sudah mau habis dan disarankan untuk kembali saja esok hari, ternyata jadwal pertunjukannya sudah berubah, berbeda dengan buku panduan yang saya miliki T.T

Karena sudah terlanjur diluar, akhirnya kami memutuskan untuk melihat objek-objek wisata andalan kota Saigon ini, ternyata pilihan itu tepat! Lokasi-lokasi yang kami kunjungi ternyata terlihat indah justru pada malam hari seperti Reunification Palace, Uncle Ho Statue dan Gereja Kathedral memiliki lampu-lampu yang indah dimalam hari, walau tidak bisa masuk karena sudah tutup, kami tetap merasa puas.

Reunification Palace
City Hall

Uncle Ho Statue


Bolang malam hari itupun kami tutup dengan berbelanja di Bentham Night Market yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap.


Hari Kedua di Saigon! Kami sudah bersiap dari pagi hari karena jam 8 pagi kami sudah dijemput oleh pihak tour untuk menuju Cu Chi Tunnel, Terowongan peninggalan Perang Vietnam yang menjadi saksi kerasnya hidup pejuang vietkong dimasa itu.

Perjalanan memakan waktu 2 jam, ditengah perjalanan kami singgah sebentar ke tempat kerajinan tangan yang dimana pekerjanya adalah para penyandang cacat bekas perang Vietnam, namun karena harga-harga souvenir yang ada ditempat ini tidak ‘backpacker price’ maka kami hanya makan-makan kecil saja disana sembari menunggu turis yang lain berbelanja.

Cu Chi Tunnel
Akhirnya kami tiba d Cu Chi Tunnel, pemandu wisata kami menyarankan untuk membeli obat nyamuk karena kami akan memasuki daerah hutan dan semak yang akan banyak nyamuk, akhirnya saya membeli obat nyamuk itu dan ternyataa… SOFFEL!! ! asli INDONESIA! Sempat ragu juga dengan ucapan si tour guide tentang malaria dsb kalau ternyata obat nyamuk yang dia sarankan itu hahaha. Tapi karena tidak ingin ambil resiko saya tetap membelinya.

Tour Guide kami orangnya sangat humoris, dia bilang sebut saja namanya JOHN WAYNE karena kalau nama asli Vietnamnya dijamin baru 5 menit langsung lupa lagi, hahaha. 

Tour dimulai dengan menonton film dokumenter tentang kehidupan tentara vietkong semasa perang Vietnam dengan durasi film selama 20 menit. Setelah itu kami langsung diarahkan untuk melihat peninggalan bekas perang seperti lubang persembunyian, bentuk-bentuk jebakan serta tank milik amerika yang berhasil dihancurkan oleh tentara vietkong. Sebagian besar pohon di lokasi ini ternyata sudah buatan, karena pada akhir perang, amerika membom lokasi ini dengan bom yang disebut “agent orange” yang berefek pada rusaknya hutan cu chi ini.
 


Ada pembicaraan ringan saya dengan si JOHN WAYNE ditengah-tengah tour, dia tiba-tiba merangkul saya dan terjadilah pembicaraan ringan ini:
J: "Where do you come from? "
I: "INDONESIA.  Can you speak Bahasa, John?"
J: "Ohh noo, can’t speak Bahasa, only speak my enemy language HAHAHAHA"
I: "Hahaha, your English is good john!"
J: "Yeah, ENOUGH FOR WAR!" (HAHAHAHA :D)
Si JOHN WAYNE

Ditengah perjalanan kami dipersilahkan untuk mencoba senjata asli, saya dan chesar tertarik untuk mencobanya, dengan membayar 350.000 Dong, kami mendapat 10 peluru dan kami bagi 5-5 hehe. Cukup seru pengalaman mencoba senjata asli, saat itu kami memilih AK47 agar vietkongnya lebih terasa.
Punggungnya harus dipegang kalau ngak mungkin mental,hehe


Akhirnya menjelang akhir trip kami mencoba terowongan yang digunakan oleh tentara vietkong selama perang, terowongannya cukup sempit, kita harus berjalan jongkong dan sangat minim udara, kami hanya berjalan 20 meter saja sudah cukup mandi keringat. Tapi bagi anda yang penasaran ingin tau rasanya, WAJIB dicoba.

Tour diakhiri dengan memakan singkong rebus yang sudah disediakan, singkong ini konon menjadi makanan sehari-hari pejuang vietkong dalam periode perang. Cukup geli melihat bule-bule seperti heran dengan bentuk singkong dan penasaran akan rasanya, namun setelah mereka mencobanya, ternyata ketagihan sampe singkong itu habis, entah suka atau emang laper hahaha. 





Tour Cu Chi Tunnel berakhir, kami segera balik ke kota. Setelah sampai di tengah kota kami ditawarkan untuk turun di tengah jalan bagi yang ingin menuju War Remnants, Museum Perang Vietnam. Karena memang sudah berencana kesana, akhirnya kami turun memisahkan diri dari rombongan. Tidak cukup jauh dari tempat kami turun, War Remnants sudah kami temukan.
War Remnants Museum

Di Lapangan Depan Museum ini terdapat Helikopter, Pesawat Tempur, Tank dan Senapan Mesin peninggalan Perang Vietnam milik tentara amerika, terdapat juga gedung dengan 3 lantai yang berisi foto-foto serta dokumentasi kekerasan dan kekejaman perang Vietnam. Di Museum itu kita dapat melihat betapa kejamnya perlakuan tentara amerika selama perang berlangsung, dokumentasi kekejaman dan kesadisan terpampang jelas di museum ini. Hal yang paling membuat hati sedih adalah saat kami menuju bagian “Agent Orange” yaitu foto orang-orang Vietnam yang terlahir cacat akibat Napalm Bomb yang dijatuhkan Amerika dimana selain merusak tanah mereka, gen dna mereka pun mengalamai mutasi sehingga keturunan mereka banyak mengalami cacat dari lahir, sungguh sadis.

Suasan Museum War Remnants

 Sekitar 1 jam kami berkeliling akhirnya kami memutuskan untuk cabut dari museum ini dan menuju ke Pertunjukan Boneka Air kemarin yang telat kami datangi. Hari ini kami tidak telat, kami beli tiket lalu sembari menunggu pertunjukan kami makan terlebih dahulu.




Waktu pertunjukan akhirnya tiba, kami mendapat tempat duduk paling depan. Pertunjukan selama 50 menit itu ternyata memang sangat lucu dan menarik, terdapat pertunjukan tentang kehidupan sehari-hari warga vietnam, cerita legenda naga serta tarian-tarian tradisional vietnam. Tidak percuma kami bela-belain untuk menonton pertunjukan ini, walaupun bahasa yang digunakan Bahasa Vietnam, namun itu tidak menjadi masalah karena kami bisa tetap menikmati pertunjukan boneka yang seru.
Golden Water Puppet Show


Selepas pertunjukan kami pun berjalan balik sembari mampir ke Ben Tham Market kembali dan menuju penginapan untuk packing dan bersiap karena besok jam 7 pagi kami sudah harus berangkat lagi menuju Negara kedua, KAMBOJA!


SAMPAI BERJUMPA LAGI, VIETNAM!























0 comments:

Post a Comment